Cara Cepat Mempelajari Buku Arsitektur untuk Pemula

Cara Cepat Mempelajari Buku Arsitektur untuk Pemula

Mewujudkan cita-cita menjadi arsitek memang tidaklah semudah yang kita bayangkan. Butuh proses belajar yang panjang demi mewujudkan cita-cita menjadi seorang arsitek. Salah satunya dengan belajar lewat jalur pendidikan formal, misalnya di perguruan tinggi (bisa swasta atau negeri) dan bisa juga dengan membaca-baca buku untuk arsitek pemula. Setelah lulus kuliah arsitek pun, tidak menjamin langsung bisa menjadi arsitek.

Membaca buku untuk arsitek pemula saja terkadang tidak cukup. Butuh yang namanya kerja praktek, ketika mempelajari ilmu secara teori memang tidak bisa begitu saja kamu langsung paham. Dengan prakterk, setidakya akan memberikan ilmu baru bahwa ilmu praktek dan ilmu teori terkadang lebih mudah atau justru lebih sulit dari apa yang sebenarnya terjadi. Namun, sebelum terjun langsung ke praktek, tentu saja kamu harus menguasai teori dasar yang ada di berbagai macam jenis buku Arsitektur.
Karena fungsi mempelajari teori di buku yang sudah ada, akan membantu kamu membuat pemetaan terlebih dahulu. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tips dan trik bagaimana cara cepat mempelahjari buku arsitektur untuk pemula.

1. Membaca Dengan Metode Kontemplatif
Cara cepat pertama mempelajari buku arsitektur untuk pemula adalah memberikan catatan. Setiap orang memiliki karakter berbeda-beda dalam membaca buku. Ada yang lebih senang membaca buku dan menjaga buku tetap bersih.
ada juga tipe membaca wajib mencoret-coret buku bacaan, jika kamu tidak ingin buku tetap bersih, kamu bisa tetap mencoret-coret menggunakan stikynote.
Selain itu juga bisa dengan metode membaca kontemplatif. Membaca kontemplatif adalah metode memberikan catatan, kiritkan dan memberikan papalun coretan yang ada di dalam kepala kita.

2. Mencari Posisi yang Nyaman
Cara cepat mempelajari buku arsitektur untuk pemula yang kedua adalah mencari posisi yang nyaman. Posisi dalam hal ini tidak selalu berbentuk posisi duduk saja.
Tetapi juga dalam bentuk kenyamanan diri. Misalnya, mencari tempat yang sejuk dan teduh, atau jika tubuh dalam kondisi sangat lelah, perlu mengistirahaykan 15 menit hingga 30 menit. Maka tubuh akan rileks dengan sendirinya, dan siap untuk kembali belajar.

3. Membaca Sambil Membuat Mind Mapping
Jika kamu bisa membuat catatan inti dari apa yang telah dibaca. Setidaknya cara ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar membaca secara berkualitas. Karena selama ini kita lebih sering membaca, tetapi selesai membaca kita tidak menemukan ilmu apapun.
Kenapa bisa terjadi hal demikian? Jawabannya sederhana, karena memang tidak ada yang berkesan dan digarisbawahi. Setidaknya dengan membuat mind maping akan membantu kamu menemukan pesan atau ulasan bacaan yang berkesan.

baca juga: Kumpulan buku arsitek & civil untuk pemula

4. Putar Musik Kesayangan
Ada yang suka membaca sambil mendengarkan musik. Ada juga yang tidak bisa mendengarkan musik sama sekali saat belajar.
Nah, hal-hal kecil semacam ini sebenarnya penting kamu pahami dan kuasai. Jadi, kamu termasuk tipe pembaca yang seperti apa?

5. Ingat Tujuan Akhir
Kembali berfikir dan merenung. Sebenarnya apa sih tujuan akhir yang ingin kamu capat? Misalnya kamu membaca banyak buku untuk arsitek pemula agar bisa menjadi arsitektur? Hal semacam ini boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Karena demi mencapai sebuah cita-cita, kita boleh membuat banyak alasan, selama kita mampu dan berkomitmen.
Tips meningkatkan tujuan akhir meski sepele, tetapi sangat mujarab buat kamu yang dipertengahan jalan mempelajari ilmu arsitektur bosan. Tidak dapat dipungkiri bahwa mewujudkan menjadi seorang arsitek membutuhkan waktu bertahun-tahun di bangku kuliah.

Belum lagi banyak sekali teori yang harus dikuasai. Bahkan, saat hati tidak mood membaca buku dan menguasainya, kamu seakan dipaksa untuk mempelajari ilmur arsitektur. Padahal kita tahun, jiwa mahasiswa masih ada jiwa-jiwa untuk bermain ataupun hengoit bersama teman-teman.

baca juga: Kumpulan gambar desain struktur Autocad

6. Mengubah Mindset
Selama ini, saat mahasiswa masuk jurusan teknik atau arsitek, apa sih yang diharapkan? Barangkali dianggap keren dan sukses. Padahal masih proses penyelesaian kuliah.
Ada juga anggapan bahwa setelah lulus nanti akan menjadi seorang arsitek yang kaya serta banyak duit. Padahal tidak semua lulusan jurusan arsitektur akan menjadi seorang arsitek ataupun lulusan mahasiswa psikologi, maka besok akan menjadi psikologi.

Padahal sekarang banyak lulusan psikolog dan arsitek yang menjadi pengusaha dan menjadi apapun itu, yang jauh dari jalur pendidikan mereka. Intinya, biarlah menjadi apa, asal apa yang kita kerjakan berpengaruh dan bermanfaat baik untuk masyarakat sekeliling kita. Jadi mengubah mindset itu penting, agar tidak terjebak pada satu sudut pandang, yang justru itu menghambat langkah dan mencapai cita-cita.

Baca selengkapnya disini!!
salam

Onky, jpro
Content writer