Gaya Desain Arsitektur Rustic

Gaya Desain Arsitektur Rustic

Desain rustic Arsitektur merupakan gaya dari Amerika Serikat yang digunakan untuk bangunan pemerintah di desa atau struktur dan interior rumah pribadi. Gaya Desain Arsitektur Rustic ini dipengaruhi oleh gaya pengrajin Amerika. Dalam bahasa Indonesia, gaya rustic diartikan sebagai berkarat tua, sedangkan dalam dunia arsitektur dan interior gaya rustic diartikan memiliki tektur yang kasar dan tidak di-finishing dengan baik. Maksudnya adalah penataan desain rumah dan interior yang lebih menitik-beratkan pada kesan alamiah.

Pada era Romawai hingga Renaissance, gaya rustic lebih memusatkan diri pada finishing facade menggunakan bebatuan yang teksturnya kasar dan kontras, dengan ornamen lain yang dapat mempercantik ruangan. Pada abad-18, ciri unfinished gaya rustic ini diaplikasikan melalui material kayu yang dilapisi pasir hingga terlihat seperti batu.

Gaya rustic memiliki karakteristk seperti menggunakan bahan alami, bentuk atap biasanya terbuka dan menonjolkan kesan material kasar dan tua. Tembok biasanya juga tidak dihaluskan atau bisa juga ditutupi dengan unsur batuan dengan teksur yang kuat. Warna yang paling sering digunakan adalah warna yang lebih alamiah dan mendekati tampilan bahan yang digunakan seperti abu-abu, teraskota atau merah batu bata, tanah, hitam, kuning pucat, dan coklat kayu yang tergolong warna alami material.

Desain interior rustic dapat terlihat dari struktur permukaannya yang kasar dan terkesan berantakan. Material dinding dibiarkan seperti aslinya, furnitur dan bongkahan kayu, atau lampu gantung berkarat merupakan ciri khas dari gaya rustic. Barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi seperti ranting pohon, kaleng, atau barang vintage lainnya dapat menjadi penghias ruangan.

Sumber: konsep arsitektur rustic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: