Keseimbangan Desain Interior untuk Rumah Ideal

Keseimbangan Desain Interior untuk Rumah Ideal

Keseimbangan Desain Interior

Keseimbangan ini amat tergantung pada denah. Pengaturan denah menentukan apa yang dilihat penyelidik ketika ia memasukinya secara berurutan. Maka dalam merancang bangunan perlu keseimbangan desain interior yang sering disebut sebagai keseimbangan dalam denah.

Sumbu

Bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan pola gerak manusia. Untuk bangunan atau denah simetris, maka sumbunya mudah ditentukan, tentu di tengah. Tetapi untuk bangunan asimetris atau interior asimetris, maka sumbunya tidak selalu lurus, bisa bengkok atau patah.

Proporsi

Para kritikus arsitektur setuju bahwa proporsi penting dalam seni arsitektur. Tetapi ketika ditanya apakah proporsi yang baik/tidak, maka tidak ada jawaban yang pasti.

  • Menurut Vitruvius: ada hubungan tertentu antara ukuran bagian terkecil dengan ukuran keseluruhan ( ini mungkin berarti adanya sistem modul ).
  • Menurut Francois Blondel: seluruh keindahan arsitektur datang dari angka-angka proporsi yang mutlak dan mudah dikenal.
  • Menurut Julien Guadet: proporsi yang baik ada dalam kebenaran yang dinyatakan. Proporsi yang baik adalah hasil rasional, bukan hasil naluri semata. Setiap program mempunyai proporsinya sendiri yang tersembunyi di dalamnya.

Apakah artinya proporsi? Menurut definisi ilmu hitung, proporsi terjadi kalau dua buah perbandingan adalah sama. Ini dapat dianggap berlaku bagi proporsi dalam arsitektur, a, b, c, dan d dapat dianggap sebagai dimensi untuk ukuran tinggi, lebar dan kedalaman dari unsur-unsur banguanan atau masa keseluruhan banguanan arsitektur.

Proporsi Modular

Menurut konsep ilmu hitung yang ketat, dapat dikatakan bahwan proporsi yang baik terjadi kalau perbandiangan yang sama terdapat dalam semua bagian bangunan yang utama dan bagian-bagiannya.
Tetapi persoalan proporsi tidak semudah itu. Perbandingan yang asal sama mudah dibuat. Yang lebih penting ialah perbandingan angka-angka berapakah yang menghasilkan proporsi yang baik? Misalnya perbandingan lebar : tinggi sebuah pintu, jendela, bidang depan bangunan ialah a:b. Berapakah a dan b agar proporsinya kelihatan baik? Apakah perbandingan ini menentukan keindahan proporsi? Jadi menurut pernyataan Blondel proporsi modular yang sederhana akan menentukan perbandingan persatuan. Menurutnya hanya perbandingan-perbandingan yang sederhana dapat ditankap penyelidik. Karena itu, pula angka-anka sederhana seperti 1:1, 1:2, 2:3, 3:4:5 akan efektif. Perbandingan yang lebih rumit akan kurang efektif.

keseimbangan desain interior

Proporsi Dicapai dengan Sistem Modul

Pengualangan dari ukuran yang sama atau angka perkalian sederhana seringkali memudahkan perbandingan proporsi yang harmonis.

Unsur-unsur Struktural sebagai Faktor Proporsi

Jarak-jarak penompang, penguat atau kolom yang sama dan menghasilkan bentangan balok yang sama dengan tinggi kolom atau lainnya dapat dijadikan perbandingan untuk proporsi.

Proporsi Berdasarkan Fungsi

Segi fungsi sangat menentukan ukuran luas ruang, luas jendela dan tinggi langit-langit telah diperoleh dari pertimbangan fungsi, ini belum hasil akhir. Seorang arsitek juga harus mencapai nilai keindahan proporsi darinya.
Dari pernyataan fungsional kita mendapat program. Dari sini pula kita dapat menentukan bagian mana yang paling penting dan bagian mana yang mengikuti. Pada sebuah karya besar suatu bangunan, bagian terpenting diberi tekanan sehingga terlihat kepentingannya dari luar maupun dalam. Bagian ini paling menonjol dan menguasai keseluruhan. Ini ditunjukan bukan hanya dengan ukuran besarnya saja tetapi juga sebagai lambang. Ini terlihat pada banyak rotunda atau vestibul besar dan banyak unsur sirkulasi yang penting. Ini juga didapat pada gedung gereja, auditorium dan pada umunya bangunan yang lebih bersifat publik.

Kita boleh merenungkan definisi mengenai selera yang baik dalam arsitektur. Germain Boffrand 200 tahun lalu menyatakan : selera yang baik didasarkan pada kenyamanan pemakaian, kecocokan, kekuatan struktur, persyaratan kesehatan dan hal yangmasuk akal. Kita juga wajib merenungkan kata-kata Eugene Violet-le-Duc, yang mendefinisikan proporsi sebagai berikut: “Dengan proporsi kita maksudkan hubungan yang ada antara keseluruhan dan bagian-bagiannya – hubungan yang logis, penting dan karakteristiknya sedemikian rupa sehingga juga memuaskan akal dan mata”.