Memilih Tukang Bangunan yang Ideal

Memilih Tukang Bangunan yang Ideal

Tidak ada kontraktor/pemborong yang hebat, yang ada tukang bangunan yang ahli, kerjanya bagus dan rapi yang diarahkan untuk mencapat proyek yang sukses. Sebesar atau sehebat apapun seorang kontraktor, memilih tukang bangunan yang terampil dan ahli dibidangnya. Begitu juga, walau se-ahli dan se-terampil bagaimanapun seorang tukang, jika tidak diarahkan dengan baik, juga hasilnya pun akan kurang maksimal. Jadi bagaimana?

memilih tukang bangunan

Inilah tips untuk memilih tukang bangunan yang ideal:

  • Tukang bangunan yang ideal biasanya biasanya yang usianya sekitar 25-40 tahun, sudah cukup stabil, matang, dan cukup pengalamannya. Jika anda memilih tukang yang berusia lebih 40 tahun walaupun pengalamannya banyak, namun kemampuan fisiknya agar berkurang, dan produktivitas kerjanya sudah mulai menurun dan tukang tersebut cocoknya menjadi mandor dari pada menjadi tukang, dan jika anda memilih tukang bangunan yang masih sangat muda biasanya skill berpengalaman, sikap kedewasaannya, masih kurang.
  • Pilih tukang pembawaannya yang serius, tidak banyak bicara, tapi lebih banyak bekerja. Tukang yang banyak bicara biasanya suka mengobrol saat bekerja, sehingga waktu kerja menjadi kurang efektif. Banyak mengobrol sambil bekerja akan menyita waktu pekerjaan.
  • Hindari tukang yang suka membangga-banggakan dirinya, kemampuannya, atau pengalamannya. Jangan mudah percaya dengan tukang model seperti ini, anda mungkin menyesal kemudian hari.

memilih tukang bangunan

  • Pertahankan tukang yang jujur, mau bekerja sesuai arahan, bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya.
  • Hindari memilih tukang yang suka lupa dan kerja sembrono, ini dapat menyebabkan kesalahan kerja yang bisa merugikan anda, anda harus mengeluarkan uang lebih untuk mengulangi pekerjaannya, membeli material lagi dan membayar upah si tukang tersebut. Anda akan mengalami kerugian uang dan waktu.
  • Agar terhindar dari kesalahan pelaksanaan pekerjaan, tukang yang anda pilih harus mampu membaca gambar kerja/gambar Arsitektural.
  • Cari tukang yang bisa patuh dengan instruksi yang anda berikan, artinya jika kita memberikan arahan mengenai apa yang harus dikerjakan tukang tersebut segera mengerjakannya tanpa menunda-nundanya.
  • Pilihlah tukang yang memiliki sikap, cara bicara, caranya menyampaikan ide-idenya, serta kinerja yang menggambarkan tingkat kecerdasan yang cukup, dan tukang bisa baca dan menulism untuk menghindari kesalahan kerja.
  • Pilihlah tukang yang bisa bekerja baik secara individu maupun bekerja sama dengan kenek atau tukang lainnya, terutama bisa bekerja sama dengan anda untuk pencapaian hasil pekerjaan yang baik.

Bayar upah tukang sesuai keahlian, dan kontribusinya yang baik untuk keberlangsungan proyek yang sedang anda kerjakan.

Teman-teman proyek yang ingin belajar ataupun memahami tentang dunia proyek bisa gabung ke grub telegram kami, dan mungkin bisa membantu kamu di dalam dunia proyek

join telegram