Proses Kerja dengan Klien Proyek

Proses Kerja dengan Klien Proyek

Sahabat Jagoproyek, ketika memiliki proses kerja dengan klien, kita akan merasa nyaman untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan mereka. Begitu juga dengan klien, mereka akan merasa nyaman untuk berbicara, mendengarkan dan berdiskusi dengan kita. Mereka akan merasa puas dengan pekerjaan yang kita berikan.

proses kerja dengan klien

Sebelum menentukan proses kerja dengan klien, siapa yang akan memberikan project desain rumahnya, ada beberapa tahapan yang harus dilalui:

1. Wawancara
Klien mewawancarai Arsitek tentang kemungkinan bekerja sama, dengan mempelajari portofolio yang bersangkutan. jika klien tertarik, bisa berlanjut.

2. Konsultasi
Arsitek menggali keinginan klien tentang kebutuhan ruang serta model desain yang diimpikan.

3. Survey & Pengukuran
Arsitek melakukan survey lokasi, untuk mengetahui kondisi tanah yang akan dibangun.

4. Pra Rencana
Pembuatan gambar rencana, berupa gambar layout/denah, akan lebih baik lagi dilengkapi gambar 3Dnya. Disampaikan kepada klien untuk mendapat approved, sebelum dilanjutkan pada proses pembuatan gambar kerja teknis/detail.

5. Gambar Kerja Teknis
Gambar ini diperlukan sebagai acuan kerja dilapangan, juga sebagai dasar untuk menghitung anggaran biayanya.

6. Perhitungan RAB
Setelah proses gambar desain selesai, selanjutnya Arsitek membuat perhitungan RAB “Rencana Anggaran Biaya”. Bisa dengan menghitung sesuai konsep dari Arsitek, ataupun disesuaikan dengan budget yang dimiliki klien.

proses kerja dengan klien

Sampai disini, pekerjaan Arsitek selesai, tetapi bisa saja Arsitek diminta oleh klien untuk mengerjakan proses pembangunannya, dalam hal ini Arsitek sekaligus berperan selaku kontraktor atau dapat juga klien menunjuk sendiri kontraktor lain.

Kontrak Kerja

Untuk menghindari terjadinya perselisihan dikemudian hari selama masa pelaksanaan, Arsitek atau kontraktor yang ditunjuk selaku pengembang tugas harus membuat surat perjanjian kerja atau kontrak kerja yang ditandatangani kedua pihak diatas materai.

Supervisi

Selama masa pelaksanaan pembangunan, Arsitek perlu melakukan pengawasan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai gambar yang sudah disepakati dengan klien.

Masa Retensi

Setelah proses pembangunan selesai, ada masa retensi sebagai jaminan terhadap hasil pekerjaan kontraktor. Apabila ada kerusakan yang terjadi selama masa retensi, maka kontraktor wajib melakukan perbaikan tanpa adanya penambahan biaya dari klien. Masa retensi biasanya selama 3 bulan setelah serah terima pekerjaan.

Mau belajar tentang proyek bisa gabung ke grub Telegram kami

Proses Kerja dengan Klien

Open chat
Hubungi CS JagoProyek !
Hubungi CS JagoProyek !