Runtuhnya Usaha Jasa Konstruksi Bersama Mitra Kerja

Runtuhnya Usaha Jasa Konstruksi Bersama Mitra Kerja

Apakah anda sepakat dengan saya tau tidak? Uang lebih sering menjadi penyebab keributan, apapun alasannya. Sebelum runtuhnya usaha jasa konstruksi, bisa jadi anda berdua sahabat semasa kuliah. Merasa sudah akrab satu sama lain, dan kemudian mencoba peruntungan membuka usaha bersama dengan harapan bisa sukses bersama membangun karier pada bidang Arsitektur.

Namun, dengan kesetaraan profesi tersebut sering kali menimbulkan keributan, karena tidak adanya hierarki respect. Kesetaraan profesi tersebut secara tidak langsung yang menimbulkan mismanage dalam tim kerja, kecuali anda berdua dapat memaklumi kekurangan masing-masing.

Jika sejak awal tidak ada kejelasan siapa yang jadi pimpinan, selain sering menimbulkan keributan, para karyawan juga akan bingung. Biasanya saat usaha sedang untung, masing-masing ingin jadi pemimpin. Namun, begitu merugi semuanya akan lepas tangan, dan cari selamat sendiri.

runtuhnya usaha jasa kontruksi

Runtuhnya usaha jasa konstruksi yang saya bangun bersama teman STM dahulu, bukan karena usaha sedang merugi, tapi justru ketika usaha sedang mendapat keuntungan yang cukup besar, Ketidaksiapan mental kami, justru yang membawa malapetaka.

Proyek pertama yang kami kerjakan (tahun 2006) nilainya memang tidak terlalu besar, jadi kami masih seiring – sejalan menikmati proses. Proyek pertama ini tergolong cukup alot perjuangan kamu untuk bisa meyakinkan calon owner ( karena ini adalah pengalaman pertama memegang proyek sendiri ) sampai akhirnya kami diberikan kepercayaan walau bersyarat.

Ditahun yang sama, atas rekomendasi rekan sekantor dahulu sewaktu sama-sama bekerja diperusahaan nasioal, saya dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan sebuah villa, yang nilainya termasuk sangat besar pada saat itu (2m lebih). Keuntungan besar sudah tampakĀ  didepan mata, dan bayangan itu sama-sama kami tahu.

runtuhnya usaha jasa kontruksi

Sejak itulah masing-masing dari kami ingin selalu tampak didepan, memimpin dan mengatur semua pekerjaan atas keinginan masing-masing. Hingga tidak jarang terjadi salah pengertian, salah paham yang berbuntut bubarnya kerjasama kami sebelum proyek benar-benar selesai hingga finish.

Efeknya saling menuding dan menjatuhkan nama baik masing-masing, yang akhirnya berita tersebut sampai ke owner menghentikan proyek tersebut, serta tidak mau membayar sisa pembayaran yang semestinya menjadi keuntungan kamu, dengan alasan proyek tidak selesai.

Itulah pelajaran dari pengalaman nyata? Jika ingin tetap membuka usaha bersama tentukan sejak awal siapa yang akan jadi pimpinan, fokuslah pada tujuan bersama, dan sekali-kali tidak mengedepankan ego masing-masing, tidak memaksakan pendapatnya sepihak.

Teman-teman Arsitek yang ingin belajar dan mengetahui tentang proyek bisa gabung ke grub Telegram kami, salam ” sukses ” untuk teman-teman Arsitek.

join telegram