Sistem Kerja Tukang Harian dan Borongan

Sistem Kerja Tukang Harian dan Borongan

Dalam dunia pertukangan dikenal sistem kerja harian dan sistem kerja borongan, Pada sistem kerja harian, tukang dibayar sesuai banyaknya hari kerja. Pada sistem kerja borongan, tukang dibayar sesuai jumlah hasil kerja/hasil opname volum yang dikerjakan.

Mana yang lebih baik dan menguntungkan buat anda, apakah menggunakan sistem kerja harian atau sistem kerja borongan?

Sistem Kerja Harian:

Tukang bangunan yang bekerja dibayar upahnya secara harian, atau dengan kata lain tukang dibayar sesuai banyaknya hari bekerja tiap minggunya, biasanya dibayar setiap hari sabtu atau sesuai kesepakatan.

Keuntungan Sistem Kerja Harian:

  • Kontraktor/pemborong/mandor yang menggunakan tukang, dapat setiap waktu mengecek hasil kerja tukang tersebut, apakah bisa bekerja sesuai yang diharapkan ataukah tukang tersebut bisa diandalakn atau tidak? Apabila tidak sesuai yang diharapkan, tukang tersebut bisa diberhentikan dan diganti dengan tukang lain yang lebih baik.
  • Kapan tukang tersebut yang bekerja tidak sesuai diharapkan dapat diberhentikan? sebenarnya bisa kapan saja setiap waktu, namun anda juga perlu menggunakan rasa kemanusiaan, misalnya dengan mengistirahatkan tukang tersebut di hari sabtu setelah pembayaran upah.
  • Anda dapat setiap waktu menambah atau mengurangi jumlah tukang harian sesuai kebutuhan, apakah pada saat itu memang butuh tenaga tukang yang cukup banyak atau cukup beberapa orang saja dengan bobot pekerjaan yang harus dikerjakan serta waktu penyelesaiannya.

Kerugian Sistem Kerja Harian:

  • Biasanya pekerja dengan sistem harian berjalan agak lambat, karena disamping kurang adanya keinginan dari tukang untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, juga sangat tergantung supply material yang anda siapkan.
  • Ada peluang bagi tukang yang anda pekerjakan untuk mengulur atau mengatur tempo waktunya bekerja agar lebih lama, dengan tujuan mendapat bayaran yang lebih banyak, apalagi bila anda selaku pemiliki proyek kurang dalam melakukan pengawasan.

sistem kerja harian

Sistem Kerja Borongan:

Pekerjaan diserahkan pada tukang dengan sistem pembayaran sesuai dengan berapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik. Perhitungannya bisa dengan menggunakan metode perhitungan per-meter persegi luas bangunan, atau dihitung persub pekerjaan, misalnya: borong kerjaan pondasi saja, borong pekerjaan pasang bata saja, borong pasang keramik saja, dsb.

Keuntungan Sistem Kerja Borongan:

  • Pekerja biasanya lebih cepat selesai dibanding pekerjaan yang dikerjakan dengan sistem harian, karena dengan lebih cepat selesai maka tukang tersebut bisa memperoleh bayaran lebih cepat dan lebih banyak. Tukang borongan akan bekerja extra meng-support rekan-rekan sesama tukang agar bisa bekerja lebih cepat pula.

system kerja tukang

Kerugian Sistem Kerja Borongan:

  • Pekerja sistem borongan cenderung kurang rapi, tukang borongan berusaha agar pekerjaannya cepat selesai, sehingga kurang memperhatikan kerapihan. Dengan pekerjaan yang cepat selesai, tukang borongan tentu akan memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Sebelum memperkerjakan tukang borongan, perlu di buat kesepakatan tentang standar kualitas pekerjaan, sehingga tukang borongan tidak bekerja asal cepat saja, tapi harus memperhatikan kerapihan, pekerjaan benar sesuai dengan rencana.

Itulah sistem kerja tukang harian dan borongan yang bisa kami simpulkan, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu kamu dalam mengerjakan proyek.

Mau belajar lebih dekat mengenai proyek, bisa gabung ke grub telegram kami:

join telegram